Nugie - Lentera Jiwa

frontnew post
| 2008-09-02 23:54:56 - Thanks God... I follow my Passion :) Part One | |
| yoris sebastian |
Di berbagai kesempatan, sebagai public speaker saya sering ditanya bagaimana caranya bisa diangkat sebagai General Manager Hard Rock Cafe di usia 26 tahun (sehingga menjadi GM termuda kedua di dunia) dan jawaban saya selalu beragam tergantung audiens-nya namun ada satu jawaban yang selalu sama yaitu dari kecil saya mengerjakan hal yang saya suka. Waktu itu saya tidak tau bahwa itu namanya Passion atau yang sekarang disenandungkan Nugie sebagai Lentera Jiwa... Sejak SMA di Pangudi Luhur saya sudah aktif di majalah sekolah (KERIS PL) yang akhirnya membawa saya menjadi wartawan freelance di Majalah HAI. Selain suka menulis, saat itu saya sudah banyak mendapatkan uang dari motret. Pekerjaan yang awalnya hanya hobby semata. Selain dapat uang, saya bisa bertemu dengan banyak artis musik international macam Sheryl Crow, Bon Jovi, Elton John dan masih banyak lagi. SMA PL boleh dibilang blue print of my life. Hampir semua yang saya kerjakan sekarang pernah saya kerjakan dalam versi kecil di SMA. Salah satunya, saya ikutan PL Fair 1989 dan 1990 (yang merupakan PL Fair pertama dan kedua) berawal dari kesukaan, kemudian hari di HRC maupun berikutnya di IP Entertainment tidak berbeda jauh dengan PL Fair walau dengan skala yang lebih besar dan terkadang berkelas International. Sempat mendaftar ke Komunikasi Massa Universitas Indonesia, namun tidak diterima. Akhirnya saya masuk ke Akuntansi Universitas Atmajaya lantaran saya pikir cocok dengan jabatan saya di OSIS SMA dulu sebagai bendahara. Namun saya yang dasarnya kreatif mungkin tidak cocok karena seorang akuntan tidak boleh kreatif sehingga saya memang kuliah hanya untuk tau ilmu keuangan dan dasar-dasar pola berpikir yang cerdas secara finansial, bukan untuk menjadi akuntan. Selama kuliah, saya (lagi-lagi) bekerja sesuatu yang saya suka yaitu menjadi Asst. Advertising & Promotions Manager di Hard Rock Café Jakarta. Nah karena dasarnya suka, bekerja berjam-jam terkadang sampai malam tidak terasa. Berbagai program unik dan kreatif lahir selama saya di HRC karena memang Passion saya disana. Sebut saja Save The Ragunan Zoo yang berhasil mendatangkan Air Supply untuk pertama kalinya ke Indonesia, guna menyumbang untuk kebun binantang kesayangan di ibukota tercinta ini. Sampai akhirnya berhasil mendapat ijin untuk meluncurkan program musik mingguan bernama "I Like Monday" yang membuat hari Senin Hard Rock Café Jakarta penuh sesak dan menjadi barometer musik Indonesia, serta membawa saya memenangkan berbagai penghargaan. Mungkin semua itu tidak akan terjadi kalau saya tidak mengikuti Lentera Jiwa saya untuk berkarir di HRC dan konsenstrasi untuk lulus S1 sebagai sarjana Akuntansi. Atau bagaimana akhirnya saya memilih dunia marketing dan creative sebagai pekerjaan saya dibanding sebagai photographer yang akhirnya saya jadikan hobby. Hidup adalah Pilihan... Ikuti Lentera Jiwa mu |
| 2008-09-03 11:54:08 | |
| Widi Asmoro | gue iri sama loe Pak.. hehehe |
| 2008-09-03 16:43:09 | |
| ernest | bukan lo doang wid...hihihi... |
| 2008-09-04 23:01:01 | |
| yoris sebastian | gue kebetulan mengikuti 'passion' dari awal... makanya hasilnya maksimal... sekarang juga jadi konsultan di omg gak pernah mau ikut pitching dan hanya mengerjakan project yang 'sexy' semuanya based on passion... makanya pas dapat demo dari Nugie... bless... it hit me real hard... ini dia lagu perenungan yang bisa menyadarkan orang supaya bekerja sesuai 'passion' mereka... jangan pernah takut untuk mengikuti lentera jiwa mereka... better late than sorry |
| 2008-09-07 22:23:49 | |
| qiqi | gmn taw itu passion kita? krn kbykan anak muda skrg ga taw pa yg dia ma lakuin..apakah untuk menemukan passion itu kita harus melakukan byk hal? thx |
| 2008-09-08 09:04:36 | |
| Jaya Andhika Nufizano | Untuk qiqi, dengan banyaknya informasi yang kita punya, banyak hal-hal yang kita ikutin, mendalami hobi kita, itu akan membuat kita mengetahui hal-hal yang membuat kita tau hal yang terbaik yang dapat kita lakukan, kalo kita udah tau, nanti aku yakin "feelnya" dapet koq, kalo feel itu dah dapet, kita akan ketemu passion kita, dan bukan hal yang gak mungkin kalo suatu saat nanti kitapun akan ketemu "lentera Jiwa" kita...semoga bisa ngebantu, Good Luck and God Bless. |
| 2008-09-08 22:30:34 | |
| yoris sebastian | Setuju dengan Jaya... dan sedikit menambahkan bahwa karena kita di Indonesia dibesarkan dalam lingkungan keluarga (kebanyakan - tidak semua sih) yang sifatnya suka memaksa ambil jurusan apa, akhirnya karena sudah biasa 'diarahkan' untuk menjalankan sesuatu yang baik menurut orang tua... akhirnya kita tidak tau Passion kita apa? Tapi coba deh, tutup mata... dengerin lagu nugie... inget2 hal apa saja yang kalau kita lakukan serasa kita lupa waktu? itulah lenetera jiwa kita atau istilah ingrrisnya Passion. Morin mungkin mau menambahkan ;-p |
| 2008-09-15 01:16:34 | |
| qiqi | saat skrg g mgkn agak dilema..g da lulus 2 thn yg lalu tp g blm mndapatkan pengalman kerja..krn bokap g myuruh g utk usaha dan singkat crta usaha itu ga bjalan sukses krn bokap pun ga mengajari g malah sebaliknya seolah2 g sperti anak kcl yg langsung dicemplungin k kolam tanpa dberi arahan yg jelas.. dan skrg pun bokap sedang terlilit hutang dalam bisnis nya.. yg mbuat g bgng..g jg sedang ingin2nya mencari lentera jiwa g tp d satu sisi g bpkr 2 help my father dgn bantu2 usaha dia dengan nykap.. ky semacam meneruskan usaha bokap tp g ngrasa blm siap n masih pgn mencari lentera g..g ngrasa d usia yg produktif tp ga produktif...kdg suka menylahkan bokap knp dia suru g terjun usaha..pdahal g ingin kerja n mdapatkan pengalaman dan mcari jati diri yg sebenarnya..smp g taw tntng lentera jiwa ini ..g mkin ingin mcari dmana passion g terletak..jd pgn nglakuin byk hal untuk mendapatkan passion g tp ngrasa terbeban dikit dgn msalah bkap.. can help me what should i do? |
| 2008-09-15 22:31:35 | |
| MCV | kalo ada orang yang belum juga menemukan lentera jiwanya hingga akhir hayat, siapa yg disalahkan? orang tersebut kah, waktu kah atau kondisi? |
| 2008-09-23 23:38:46 | |
| ajut | sebuah babak baru aku kira, ketika menangkap apa yang menjadi kegelisahan orang2 yang padam lenteranya, kesadaran baru yang dimulai dengan sebuah persepsi yang tajam tentang bagaimana cara meluncur maju dalam hidup. Mulai dengan mengkritisi setiap peristiwa2 yang terjadi,tetapi sungguh menabjupkan bahwa dalam setiusi dan kondisi sedemikian rupa ternyata secara intuitif ada yang menangkap arti yang lebih mendalam dr sebuah kegelisahan. kita semua tentulah tahu dan sadar, bahwa hidup ini selalu berkaitan dengan "suatu" perkembangan spiritual yang personal bukan hanya melulu duniawi/profan/kasat mata. Suatu perkembangan spiritual yang tak terbendung dan pasti akan dialami oleh setiap orang. Masalah terbesarnya adalah bahwa sering kali "kita" tidak menyadari dan memahaminya sehingga proses optimalisasi pengalaman spiritual itu tidak terjadi, lebih lanjut ketika proses optimalisasi mandeg maka loncatan budaya spiritual itu kemudian tidak lagi menjadi "lentera" dalam kehidupan akan tetapi hilang tergerus oleh berbagai macam kemeriahan/gemerlap dunia, buntut2nya kita memang bergerak akan tetapi tidak pernah mencapai tujuan (yang memang sejak semula menjadi tujuan penciptaan kita) sebab ga ada arah yang jelas. |
| 2009-04-27 01:51:53 | |
| anggawedhaswhara | bersyukur menemukan website ini... thanks buat YORIS SEBASTIAN! gara2 pengen tahu siapa kamu sebenarnya akhirnya saya ketemu tentang lentera jiwa! |
| 2009-06-29 19:55:48 | |
| nurcahyo | tapi berat gak ya buat ngikutin bisikan kata hati kecil. soalnya gw kaya disuruh harus gini harus gitu. tapi pas gw ikutin eh nasib gw juga lebih baik dari pada cuma ikut-ikutan ide orang lain. |
